Sikap Sederhana

Jadilah hebat, tapi tetaplah sederhana

Dalam menjalani hidup, manusia ditakdirkan secara berbeda-beda. Ada yang ditakdirkan miskin, ada juga yang kaya. Ada yang ditakdirkan cantik atau tampan, namun ada juga yang ditakdirkan tidak seperti itu. Semua itu mempunyai hikmah, yang kebanyakan kita tidak mengetahuinya. Namun intinya, semua adalah ujian yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak.

Allah subhanahu wa Ta’ala yang Maha Bijaksana mengetahui kadar keimanan, kemampuan dan kesanggupan seseorang. Nah, tidaklah manusia diuji melainkan sesuai dengan kadar itu. Tidaklah lebih baik, orang yang ditakdirkan kaya dengan orang yang ditakdirkan miskin. Tetapi juga tidaklah lebih baik orang yang ditakdirkan miskin dengan orang yang ditakdirkan kaya. Yang terbaik adalah orang yang mampu melewati ujian itu dengan sebaik-baiknya.

Namun, banyak manusia yang melalaikan hal tersebut. Banyak orang yang beranggapan bahwa kemuliaan itu berasal dari harta dan kedudukan. Yang menjadikan mereka, ketika mendapatkan kedua ujian tersebut menjadi lupa diri. Mereka beranggapan bahwa harta dan kedudukan yang mereka peroleh semata-mata jerih payah mereka sendiri. Read more…

Ketidakberdayaan

Lari dari Masalah II: Ketidakberdayaan

Tidak semua hal didunia ini, membebaskan kita untuk memilihnya. Ada banyak sekali hal yang mau tidak mau kita harus menerimanya. Sebagai contoh, cacat tubuh yang mungkin kita derita, darimana keturunan kita dan lain-lain. Ada tiga macam perbedaan manusia dalam menyikapi hal tersebut. Yaitu, menerima dan pasrah kemudian berusaha dengan sebaik-baiknya, golongan yang kedua menerima dan hanya pasrah saja, dan yang ketiga, golongan yang menolak takdir.

Tentu saja golongan pertama yang paling ideal bagi kita. Tapi tidak semua orang bisa seperti itu. Walaupun begitu, yang paling penting adalah adanya harapan. Dengan adanya harapan, minimal membuat kita tidak berputus asa. Minimal ada sedikit semangat yang tumbuh. Dengan adanya harapan, kita menjadi lebih ‘berdaya’. Tidak adanya harapan, menyebabkan kita tidak berdaya.

Nah, menurut saya, salah satu penyebab orang yang menerima dan hanya pasrah dengan takdir, tapi tanpa usaha dan orang yang menolak takdir adalah ketidakberdayaan. Yaitu keyakinan bahwa masalah terlalu sulit untuk dihadapi. Padahal masalah tidak mungkin lebih besar dari dirinya. Sesuatu diciptakan seimbang dengan apa yang didampinginya. Sebuah masalah, diciptakan seimbang dengan orang yang dia ikuti. Read more…