Kontribusi

22 Feb 2015

Nasihat ini sebenarnya untuk diri saya sendiri, tapi semoga berguna juga untuk Anda:

Stop banyak mengeluh tentang bagaimana Indonesia sekarang, pemerintah Indonesia bukan terdiri dari manusia-manusia Super dan Superpandai yang mampu menyelesaikan semua masalah. Mereka adalah manusia biasa yang penuh dengan kekurangan yang kebetulan diberi amanah untuk memegang tampuk kekuasaan. Justru mereka memerlukan bantuan dari kita untuk menutupi kekurangan yang ada. Kita adalah satu. Bisa diibaratkan, kita semua -pemerintah dan rakyat- adalah tumpukan bata dalam bangunan.

Masing-masing memerlukan satu sama lain untuk menjaga agar bangunan itu tetap utuh, tetap berdiri. Diperlukan kontribusi positif dari masing-masing komponen itu, akan tetapi fenomena menunjukkan sangat sedikit kontribusi positif. Kebanyakan tidak ada kontribusi atau malah kontribusi negatif. Kontribusi positif bisa berupa hal yang sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, membayar Pajak, aktif di kegiatan masyarakat dan masih banyak lagi, sampai ke hal yang besar, misalnya penyelamatan lingkungan dari kerusakan.

Sangat aneh membayangkan, orang-orang yang mengharapkan Indonesia bisa semaju Malaysia, Singapura dan Jepang akan tetapi tidak ada kontribusi yang mereka berikan, atau mungkin malah kontribusi negatif yang selalu mereka lakukan. Ingin Jakarta bebas banjir, tetapi buang sampah sembarangan. Ingin Indonesia tertib, tapi kelakuan seenaknya sendiri. Ketika terjadi sesuatu yang tidak diharapkan, ramai-ramai mereka menyalahkan pemerintah.

Padahal sebagaimana yang tadi saya katakan, pemerintah hanya sebagian kecil komponen dalam bangunan kebangsaan kita. Tidak bisa mereka bekerja sendiri, mereka memerlukan bantuan segenap komponen untuk mencapai tujuan. Diperlukan banyak penyulut untuk membakar semangat rakyat Indonesia agar memberikan kontribusi positif bagi bangsanya. Salah satu penyulutnya adalah tulisan-tulisan di media sosial seperti ini.

Oleh sebab itu, saya mengharapkan media di Indonesia menyajikan berita-berita yang sifatnya positif dan membangun. Juga rekan-rekan yang aktif di blog, facebook dan twitter. Percayalah, tidak ada gunanya memberikan kontribusi negatif seperti menjelek-jelekkan pemerintah dan figur-figur tertentu. Justru kerugian yang ada ketika antar komponen bangsa saling bertengkar. Ada kesempatan dari asing untuk menguasai, ketika kita saling bertengkar.

Memang ini tidak menafikkan kritik. Akan tetapi ada kritik yang baik, ada yang asal kritik atau malah kritik yang merusak. Kritik yang baik adalah kritik yang sopan, tidak dilakukan terang-terangan dan bersifat membangun. Bukan dengan demo anarkis atau tindakan merusak lainnya. Semua yang dirasa memberikan kontribusi negatif, lebih baik dihindari.

Untuk yang mencoba-coba memberikan kontribusi negatif, cobalah ajukan pertanyaan kepada diri sendiri: Apakah saya benar-benar orang yang baik yang tidak suka merugikan orang lain? Apakah saya membuang sampah tidak sembarangan? Apakah saya sudah membayar Pajak yang diperlukan untuk pembangunan? Apakah kontribusi positif yang sudah berikan untuk negeri ini? Dan lain sebagainya.

Kalau Anda orang yang mempunyai sedikit rasa malu, sedikit pertanyaan itu sudah mengurungkan niat Anda untuk memberikan kontribusi negatif yang mungkin Anda kira kontribusi positif. Bahasa kasarnya: Tahu dirilah kamu. Intinya agar kita lebih bersabar ketika melihat hal yang dirasa tidak sesuai dengan harapan kita, tidak tergesa-gesa dalam menanggapinya dan tidak meremehkan sekecil apapun hal yang kita lakukan.

Demikian tulisan singkat ini saya ketengahkan, semoga sedikit memberikan kontribusi positif.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post