Keajaiban Kreativitas II: Kreativitas yang Disamarkan

10 Dec 2015

Terdapat mitos yang berkembang di masyarakat dan muncul di buku buku yang ada pembahasan tentang kreativitas, bahwa orang kreatif atau yang sering disebut orang yang dominan otak kanannya adalah orang yang eksentrik. Orang yang aneh, tidak rapi dan semaunya. Kebanyakan orang mengaitkan kreativitas dengan profesi seperti sastrawan, pelukis dan lain lain.

Padahal bukan seperti itu kenyataannya. Kreativitas adalah suatu sudut pandang untuk menghasilkan sesuatu yang baru dan berbeda, dimana sesuatu yang baru itu bisa berasal dari hal hal yang lazim, jadi tidak ada hubungannya sama sekali dengan penampilan dan gaya hidup nyentrik.

Sebagai contoh, cara pelafalan huruf abjad orang indonesia adalah suatu bentuk kreativitas yang mungkin tidak ditemukan dinegara lain. Seperti pelafalan huruf ‘a’ dimana secara internasional dibaca ‘ei’ tapi di indonesia dilafalkan ‘a’. Atau huruf ‘w’ yang seharusnya dibaca ‘dabelyu’ di indonesia cukup dibaca ‘we’.

Jerih payah kreativitas para pendahulu kita ini sangatlah berguna, kita menjadi lebih mudah belajar membaca dan jumlah orang yang buta huruf dapat ditekan. Bandingkan apabila kita tetap memakai pelafalan internasional. Walaupun ini adalah hasil kreatifitas yang jenius, tapi menurut kita itu hanyalah hal yang lazim saja.

Inilah yang saya sebut kreativitas yang disamarkan. Dari permukaan terlihat biasa saja, namun ternyata didalamnya terkandung kreativitas yang sangat jenius. Sebagaimana prinsip yang dianut oleh Jonathan
Ive, desainer yang merancang ipod, ipad dan iphone, desain harus sealamiah mungkin. Sesuatu yang baru harus tampak sewajar mungkin dan-kalau bisa- membuat nama desainernya tenggelam dalam desainnya.

Itulah master kreativitas sejati. Memadukan banyak hal yang bertentangan atau tidak saling berhubungan menjadi satu hal yang baru dan utuh. Kemudian membuatnya terlihat alami. Seolah olah tidak ada yang aneh.

Oleh sebab itu, bisa saya katakan bahwa orang kreatif sebenarnya orang yang rapih. Yang teratur. Karena mampu membuat sesuatu yang semrawut menjadi rapi. Walaupun dari segi penampilan memang ada yang rapi dan tidak rapi, tapi dari segi esensi mereka adalah orang yang rapi.


TAGS kreatif Jonathan Ive


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post