Nano Manajemen

18 Dec 2015

Perkembangan teknologi memang menarik untuk disimak. Banyak sekali kemajuan teknologi yang mampu merevolusi budaya dan gaya hidup manusia. Terlepas dari sisi negatifnya, perkembangan teknologi mempunyai manfaat yang sangat besar.

Salah satu perkembangan teknologi yang patut anda ketahui adalah nanoteknologi. Nanoteknologi adalah rekayasa sistem kerja pada skala molekul atau seni membuat sesuatu sebesar molekul saja. Mudahnya seperti ini. Atom adalah partikel yang paling kecil didunia. Atom atom ini bergabung menjadi molekul. Molekul molekul bergabung menjadi sel dan seterusnya.

Nah yang menjadi perbedaan antara molekul satu dengan molekul yang lain, adalah pergerakan dan penempatan atom. Biasanya hal ini terjadi secara alamiah. Tapi berkat nanoteknologi, pergerakan dan penempatan atom ini bisa kita kontrol dan kendalikan, sehingga bentuk dan kegunaan molekul bisa kita rekayasa.

Manfaatnya jelas sangat besar, apalagi dalam bidang kesehatan. Profesor kimia georgia tech, mustafa el sayed mengembangkan batang nano emas yang dapat berikatan dengan sel kanker. Kalau sudah berikatan dengan sel, batang nano ini memancarkan cahaya, sehingga mudah dideteksi. Yang memudahkan dokter untuk menggunakan laser untuk membunuh sel kanker secara selektif tanpa melukai sel sehat disekitarnya, sehingga sel kanker dapat dicegah penyebarannya.

Keren khan? Nanoteknologi masih terus mengalami perkembangan untuk mendapatkan manfaat yang maksimal. Dan suatu saat kata nano ini mungkin akan menjadi populer dan disandingkan dengan bidang keilmuan lainnya. Seperti nanomatematic, nanoekonomi, nanorobotic dan yang lainnya.

Dunia pemikiran nano mungkin juga akan masuk ke ranah manajemen. Itu besar kemungkinannya dan sekarang sudah terjadi. Nanomanajemen disini adalah bagaimana menggerakan dan menempatkan ‘atom’ organisasi dengan efektif agar tercapai tujuan.

Atom organisasi tidak hanya dalam bentuk manusia saja. Bisa dalam bentuk visi dan misi, tujuan, target, sop, karakter dan budaya perusahaan dan masih banyak lagi. Seorang pemimpin yang efektif seharusnya jangan melihat organisasi yang dipimpinnya dalam skala makro saja, tapi juga secara mikro.

Steve jobs adalah contoh pemimpin yang melihat organisasi yang dipimpinnya secara makro dan mikro. Steve adalah pelopor nanomanajemen yang sangat teliti dalam mengawasi organisasinya. Kedetilannya sangat menakutkan anak buahnya. Ini salah satu contohnya. Ketika apple merasa dirugikan oleh ritel yang menjualkan komputernya, steve merubah arah molekul perusahaan: masuk ke bisnis ritel untuk menjual sendiri komputer yang diproduksinya.

Para petinggi perusahaan sangat terkejut, apple adalah perusahaan teknologi tinggi dan tidak memiliki pengalaman sedikitpun dalam bidang ritel. Akan tetapi steve tidak bergeming. Singkat kata, inilah cikal bakal apple store yang terkenal itu. Nah, cerita menariknya, steve tidak hanya duduk ongkang ongkang memberi perintah anak buahnya. Dia terjun sendiri kelapangan, menentukan letak lokasi yang tepat, tata letak barang, bagaimana cara melayani pelanggan dan bahkan warna lantainya.

Manajemen modern memang membutuhkan orang seperti steve ini. Sudah tidak jamannya sistem piramida birokrasi. Sistem seperti ini harus diganti dengan sistem yang lebih egaliter. Sebab masalah sebuah organisasi tidak bisa dilihat diatas menara gading, pemimpin harus turun kelapangan untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Kemudian merumuskan solusinya bersama dengan orang yang berkompeten dan berpengalaman.

Sebab dunia modern adalah dunia yang paling cepat perubahannya. Organisasi harus turut berlari agar tidak tergilas oleh perubahan. Dan syarat utama mengikuti perubahan adalah ikut berubah.


TAGS nanotekhnologi sains nanosains


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post