Tugas Utama Bupati/Walikota

11 Jan 2016

Salah satu tugas utama bupati/walikota adalah menjamin setiap warganya tercukupi kebutuhan primernya. Yaitu kebutuhan akan makanan yang bergizi, pakaian, kesehatan dan tempat tinggal. Memenuhi kebutuhan primer warga harus lebih didahulukan daripada hal yang lain, bahkan seperti perbaikan infrastruktur.

Sebab, warga adalah aset utama dan tujuan utama adanya sebuah pemerintahan, bukan infrastruktur. Oleh sebab itu, salah besar apabila bupati/walikota melakukan hal yang sebaliknya, melakukan perbaikan infrastruktur sebelum memenuhi kebutuhan primer warga.

Lebih baik sebuah kabupaten/ kota tertinggal secara infrastruktur tetapi kebutuhan primer semua warganya-ya saya bilang semua- tercukupi, daripada kabupaten/kota dengan infrastruktur bagus tapi kebutuhan primer sebagian warganya tidak tercukupi. Nyawa satu manusia lebih berharga dari infrastruktur sebesar apapun.

Nah, untuk itu bupati harus mengumpulkan para lurah, kepala desa, camat, dinas sosial dan dprd untuk mengumpulkan data penduduk miskin dan melakukan pembahasan untuk menanggulangi ketidakcukupan kebutuhan primer warga.

Semua harus menerapkan nanomanajemen, melihat satu persatu penduduk miskin sampai memikirkan anggarannya. (Tentang nanomanajemen ini silahkan anda baca tulisan saya yang sebelumnya). Kpk, bpk dan masyarakat harus dilibatkan untuk mengawasi penggunaan anggaran agar tidak terjadi penyelewengan. Untuk itu perlu untuk dibuat contact center untuk melayani pengaduan.

Yang mungkin menjadi pertanyaan, bagaimana sebuah kabupaten/kota memperoleh pemasukan kalau anggaran untuk infrastruktur banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan primer warga, dan apakah tidak akan menyebabkan warga yang dibantu menjadi malas dan mengandalkan pemerintah?

Jawabannya: memprioritaskan kebutuhan primer warga tidak menafikkan perbaikan infrastruktur. Tetap saja ada, akan tetapi diprioritaskan yang vital. Seperti perbaikan jalan yang memang benar sudah rusak, perbaikan bangunan yang benar benar sudah rusak dan lain lain.

Adapun yang selain itu, kita menerapkan prinsip efektif dan efisien. Selain itu, pemenuhan kebutuhan primer warga, terutama warga miskin melalui zakat. Zakat harus dikembangkan secara serius melalui lembaga resmi. Hasilnya 100 persen disalurkan kepada yang berhak. Langsung.

Apakah akan membuat malas atau mengandalkan pemerintah? Bupati/walikota harus membuat sistem untuk menanggulanginya. Prinsipnya penerima sumbangan harus tetap bekerja. Bumd dan kube dapat dimanfaatkan untuk memberdayakan mereka. Program satu desa satu produk juga bisa dilaksanakan.

Sulit? Tentu saja sulit. Andaikan mudah, setiap orang dapat menjadi bupati/ walikota. Menjadi bupati/ walikota harus siap berpikir keras, bekerja keras dan bekerja cerdas untuk warganya. Menjadi bupati/ walikota harus siap melayani, bukan minta dilayani. Karena semua akan diminta pertanggungjawabannya.


TAGS bupati walikota tugas utama bupati infrastruktur


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post